Kamis, 27 Desember 2012

puisi



Tema : MANUSIA DAN BELAS KASIH



“PENGEMIS JALANAN”

Dia berjalan kaku
Satu, dua . . . langkah-langkah kecilnya mulai terasa berat
Kau tahu kawan, peluh telah mengintip dari porinya
Dia lelah, ingin mengeluh tapi tidak
Dia tidak ingin lakukan itu
Hidup lebih dari sekedar keluhan. Lebih dari sekedar peluh didahi
Kau tahu dia punya harapan, belum atau mungkin tak berwujud
Dia terus berjalan, dengan sebuah gitar diselipan tangan kecilnya
               
                Dia bernyanyi orang mendengar, tersenyum dan berlalu
                Kau tahu kawan dimana rasa iba itu
                Dia tak tahu, dia tak menemukan itu

Dia berjalan…
Denting gemerincing koin terdengar dari kantungnya
Dia tak ingin menyerah,, Sungguh!
Dia tahu tuhannya bekerja
Dia tahu tuhan hanya ingin dia kuat
               
                Dia bernyanyi dan bernyanyi lagi
                Gitarnya menyatu diselipan jarinya
                Dia tak ingin menangis. . . . . Mungkin
                Aku tak tahu!
                Mungkin ia tidak , tapi hatinya iya

Kemarilah suara itu memanggilnya
Dia tak tahu itu apa
Tapi dia bahagia karena dia tahu, Tuhannya bekerja
Dengan sebungkus nasi kecil ditangannya
Dia berlari-lari kecil menentang dunia
Kau tahu kawan hidup itu indah
Sekedar tahu bersyukur dan berbagi saja . . . . . J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar