Minggu, 09 Juni 2013

dinamika politik di indonesia

DINAMIKA POLITIK DI INDONESIA

Pembahasan dinamika politik di Indonesia di bagi menjadi 4 periode :
           
1. Periode Demokrasi Liberal (Th. 1945-1959)
            Dalam periode ini dibahas berlakunya Konstitusi yaitu UUD 1945, Konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950

            a. Masa berlakunya UUD 1945, Periode I (tanggal 18 Agustus 1945-27 Desember 1949)

            Dalam masa pemerintahan ini sistem kabinetnya presidensiil (sesuai dengan pasal 17 UUD 1945). Sistem kabinet presidensiil tidak berlangsung lama, karena adanya maklumat pemerintah 14 November 1945 yang isinya agar presiden bertanggung jawab kepada KNIP (yang berfungsi sebagai badan legislatif) dengan demikian sistem kabinetnya parlementer.
            Penerapan sistem kabinet parlementer di masa ini ternyata mengakibatkan stabilitas nasional tidak mantap. Hal ini dilihat dari silih bergantinya kabinet pada masa itu.
1. Kabinet presidensiil yang dipimpin oleh Soekarno-Hatta
2. Kabinet Syahrir I
3. Kabinet Syahrir II
4. Kabinet Syahrir III
5. Kabinet Amir Syarifudin I
6. Kabinet Amir Syarifudin II
7. Kabinet Hatta I
8. Kabinet Darurut (pimpinan kabinet mr. Safrudin Prawiranagara)
9. Kabinet Hatta II

            Masa berlakunya kabinet rata-rata 6 bulan. Berdasarkan maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945 partai politik mulai tumbuh, tetapi pada saat itu partai-partai lebih mementingkan parpolnya dari pada kepentingan rakyat, yang berakibat kabinet sering mendapat mosi tidak percaya dari parlemen, sehingga kabinet jatuh bangun mengakibatkan stabilitas negara tidak stabil.

             b. Dinamika Politik Indonesia Masa KRIS tanggal 27 Desember 1949-17 Agustus 1950

            Bentuk negara serikat, sistem kabinetnya parlementer. Dalam pemerintahannya meletakkan hubungan pusat dan daerah seperti hubungan pemerintah pusat dengan negara bagian. Dalam sistem ini parlemennya terdiri 2 badan (bikameral) yaitu: senat (mewakili negara bagian) dan DPR. Pada masa KRIS(Konstitusi RIS) negara Indonesia dibagi 16 bagian, yang pada akhirnya negara-negara bagian tersebut saling menggabungkan diri sehingga menjadi 3 negara bagian yaitu :
1. Negara Republik Indonesia
2. Negara Indonesia Timur
3. Negara Sumatera Timur
            Dari ketiga negara bagian inipun akhirnya saling menggabungkan diri menjadi negara kesatuan

            c. Dinamika Politik Indonesia Pada Masa UUDS Th. 1950 (tanggal 17 Agustus 1950-5 Juli 1950)

Bentuk negara kesatuan
Sistem kabinet parlementer
            Berdasarkan maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945, maka timbullah partai-partai politik yang jumlahnya sangat banyak, yakni 28 partai.

Pemilu th. 1955 diadakan 2 kali yaitu :
            1. Pemilu I, tanggal 19 September 1955 untuk memilih anggota parlementer (DPR)
            2. Pemilu II, tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstituante.

           
Badan Konstituante bertugas membentuk UUD yang baru.Dalam menjalankan tugas badan konstituante tidak pernah membuahkan hasil, padahal kondisi negara dalam keadaan yang memprihatinkan. Melihat kondisi ini presiden Soekarno punya usul kembali ke UUD 1945. Usul ini mendapat dua tanggapan kelompok I mau kembali ke Uud 1945, tetapi Pancasilanya seperti dalam piagamJakarta, yang sila I : Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Kelompok II, setuju kembali ke Uud 1945 sepenuhnya. Akhirnya diadakan pemungutan suara, dengan kuorum rapat 2/3 dari anggota hadir yang memenuhi kuorum. Putusan ini tidak pernah tercapai dan pada akhirnya kuorum rapatpun tidak tercapai. Bahkan sebagian anggota menyatakan tidak akan datang dalam sidang yang akan datang. Berdasarkan keadaan darurat luar biasa ini demi persatuan, kesatuan dan stabilitas nasional presiden Soekarno mengeluarkan “Dekrit Presiden 5Juli 1959” yang isinya:
1. Pembubaran Badan Konstituante
2. Berlaku kembali Uud 1945 dan tidak memberlakukan UUDS
3. Pembentukan MPR dan DPAS
            Kegagalan badan konstituante disebabkan parpol-parpol lebih mementingkan kepentingan parpolnya dari pada kepentingan bangsa dan negara. Partai-partai melalui parlemen seringkali menjatuhkan mosi tidak percaya kepada kabinet, sehingga kabinetnya jatuh bangun. Walaupun sudah diadakan pemilu, namun segala bidang kehidupan terjadi instabilitas. Dengan keluarnya dekrit presiden 1959 ini telah mengakhiri sistem politik liberal yang kemudian diganti dengan sistem demokrasi terpimpin dam berlakunya kembali UUD 1945.


2. Dinamika Politik Indonesia Pada Masa Orde Lama atau Periode Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959 – 11 Maret 1966) dengan UUD 1945                              

Bentuk negara Kesatuan
Sistem pemerintahan Kabinet Presidensiil
            Pada masa pemerintahan orde lama banyak terjadi penyimpangan terhadap alat pemersatu, jika bangsa Indonesia sudah bersatu maka Pancasila tidak berfungsi lagi, yang menurut PKI akan digantikan dengan faham komunisme.
Pancasila tidak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, lembaga negara tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Asas demokrasi menurut UUD 1945 yang seharusnya berdasarkan musyawarah mufakat diganti dengan demokrasi terpimpin yang berakibat terjadinya kultus individu. Pilar-pilar demokrasi dan kehidupan kepartaian serta legislatif menjadi lemah sedangkan keluasan eksekutif (presiden) menjadi sangat kuat sebagai contoh :
- DPR hasil pemilu tahun 1955 dibubarkan presiden karena tidak menyetujui RAPBN yang diajukan presiden dan sebagai gantinya presiden mengangkat DPR GR
- MPRS dan DPR GR yang seluruh anggotanya diangkat oleh presiden yang seharusnya berada diatas presiden tetapi selalu tunduk kepada presiden
- MPR mengangkat Soekarno menjadi presiden seumur hidup, yang dikukuhkan dalam Tap MPRS No. III/MPRS/66
Puncak penyimpangan adalah terjadi G 30 S/PKI. Setelah G 30 S/PKI tewrjadi krisis politik, yaitu terjadinya instabilitas nasional juga adanya demonstrasi mahasiswa yang menuntut TRI TURA yaitu :
1. Bubarkan PKI
2. Bersihkan kabinet Dwikora dari PKI
3. Turunkan harga
Yang pada akhirnya turunlah SUPER SEMAR pada tanggal 11 Maret 1966.
3. Dinamika Politik Indonesia Pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 – 21 Mei 1998) dengan UUD 1945

            Pemerintahan orde baru adalah pemerintahan yang menegakkan negara Kesatuan RI berdasrkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Orde Baru lahir sejak dikeluarkan SUPER SEMAR, dari presiden Soekarno kepada Letjen. Soeharto untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu demi keamanan, keselamatan rakyat, bangsa dan negara Kesatuan RI.
            Dalam bidang ketatanegaraan banyak ditempuh upaya-upaya konstitusional. Penyelenggaraan Pemilu selama orde baru telah berlangsung sebanyak 6 kali sebagai berikut :
 a. Pemilu I
            - Berdasarkan UU No. 15/1969
            - Dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 1971
            - Diikuti oleh 10 OPP (Organisasi Peserta Politik)


1. Partai Katolik
2. PSII
3. NU
4. Pramusi
5. Golkar
6. Parkindo
7. Murba
8. PNI
9. Perti
10. PKI
            - Jumlah anggota DPR = 460 (360 dipilih lewat pemilu, 25 diangakat presiden, dan 75 diangkat ABRI)
            - Anggota MPR 920 terdiri dari anggota DPR ditambah utusan daerah dan golongan
Presiden mempunyai hak mengangkat anggota DPR, ABRI tidak memilih tetapi diberi wakil di DPR
            b. Pada pemilu ke 2 ini terjadi peleburan parpol yang seidologi :
            - PPP berdiri pada tanggal 5 Januari 1973, yang merupakan fusi dari NU, Parmusi, Perti dan PSII
            - PDI berdiri pada tanggal 10 Januari 1973, yang merupakan fusi dari PNI, IPKI, Murba, Partai Katolik dan Parkindo
            - Golkar berdiri pada tanggal 20 Oktober 1964, yang merupakan golongan fungsional yang terdiri dari buruh, pegawai, tani, pengusaha nasional, alim ulama, Angkatan 45 dan angkatan 1966
Penyederhanaan OPP dari 9 parpol menjadi 2 parpol dan 1 Golkar dituangkan dalam UU No. 3/1975 dan harus berasaskan Pancasila (Asaa tunggal)
Sejak pemilu tahun 1973 sampai prmilu tahun 1997 diikuti 3 OPP yaitu : PPP, PDI dan Golkar
Selama pemilu orde baru, Golkar selalu memperoleh suara mayoritas (menang mutlak)
Dalam pemilu 1971 Golkar 63,8%
Pemilu 1977 Golkar meraih 62,1%
Pemilu 1982 Golkar meraih 64,3%
Pemilu 1987 Golkar meraih 73,2%
Pemilu 1992 Golkar meraih 68,1%
Pemilu 1997 Golkar meraih 70,2%
(Data ini dari lembaga pemilu)
Denagn kemenangan Golkar ini presiden Soeharto kedudukannya menjadi kuat. Untuk mempertahankan posisinya presiden Soehartao membangun kekuasaannya dengan 3 pilar utama yaitu : ABRI, Golkar dan birokrasi. Presiden Soeharto membatasi hak-hak politik rakyat dengan alasan stabilitas keamanan.
Kontra DPR nyaris tak pernah ada sedangkan posisi yang kuat adalah eksekutif. Kebebasan pers selalu dibayang-bayangi oleh pencabutan SIUP. Pada masa pemerintahan presiden Soeharto banyak terjadi KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme).


Pemerintah Orde Baru berhasil melaksanakan pembangunan ekonomi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pendapatan perkapita dan pembangunan sarana dan prasarana fisik, dengan meningkatnya pendapatan perkapita dan pembangunan sarana prasarana fisik, yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun pembangunan di bidang mental dan budaya-budaya terjadi kemerosotan. Sehingga terjadi KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) yang semakin meluas dan akhirnya terjadi krisis kepercayaan. Dalam bidang politik, krisis kepercayaan ini dibuktikan oleh maraknay unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, pelajar, LSM dan politisi yang menuntut presiden Soeharto mundur dan menyuarakan “Reformasi”. Karena presiden Soeharto sudah tidak mendapat dukungan rakyat akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998, presiden Soeharto mengundurkan diri dan yang menggantikannya adalah wakil presiden B.J Habibie.
            4. Periode Reformasi (21 Mei 1998 sampai sekarang)
Dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.
Latar belakang
            Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya
• 19 Mei
§ Soeharto berbicara di TV, menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya, tetapi menjanjikan pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya.
§ Beberapa tokoh Muslim, termasuk Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid, bertemu dengan Soeharto.
§ Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
§ Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga, Surabaya.
• 20 Mei
§ Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.
§ 500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung.
§ Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru
§ Sebelas menteri kabinet mengundurkan diri, termasuk Ginandjar Kartasasmita, milyuner kayu Bob Hasan, dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin.
Pernyataan pengunduran diri
• 21 Mei
§ Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB
§ Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.


§ Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden.
§ Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.
• 22 Mei
§ Habibie mengumumkan susunan “Kabinet Reformasi”.
§ Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.
§ Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Habibie
Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.
Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999.
Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.
Abdurrahman Wahid
Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.
Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.
Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi. Di bawah tekanan yang besar, Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri.
Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan menjadi Presiden Indonesia ke-5.
Sebelum SI, Gus Dur mengeluarkan dekrit pada tanggal 23 Juli 2001 jam 01:10 WIB.
Isi Dekrit :


1.      1. Membekukan DPR dan MPR
2. Membekukan Partai Golkar (sambil menunggu keputusan MA)
3. Mengagendakan pemilu dalam 1 tahun mendatang
4. Pembentukan badan nasional untuk mengagendakan refomasi

2.      Dekrit Gus Dur oleh MA dinyatakan tidak sah. Dalam SI 23 Juli 2001 presiden Gus Dur tidak hadir dan mendapat mosi tidak percaya dari MPR dan mandatnya dicabut. SI jugamengangkat Megawati sebagai presiden dari 23 Juli 2001 – 2004 sebagai wapresnya terpilih Hamzah Haz.
Megawati
Megawati dilantik di tengah harapan akan membawa perubahan kepada Indonesia karena merupakan putri presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Meski ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai mata tukar rupiah yang lebih stabil, namun Indonesia pada masa pemerintahannya tetap tidak menunjukkan perubahan yang berarti dalam bidang-bidang lain.
Popularitas Megawati yang awalnya tinggi di mata masyarakat Indonesia, menurun seiring dengan waktu. Hal ini ditambah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan masyarakat sehingga mungkin membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang ‘dingin’.
Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan pada 2004, maju ke Pemilu 2004 dengan harapan untuk mempertahankan kekuasaannya sebagai presiden.
Susilo Bambang Yudhoyono
Pada tahun 2004, Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden secara langsung pertamanya. Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima mayoritas penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, muncul sebagai saingan yang hebat baginya.
Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia. Karisma Yudhoyono berhasil menarik hati mayoritas pemilih dan Demokrat memenangkan pemilu legislatif pada awal 2004, yang diikuti kemenangan Yudhoyono pada pemilihan presiden.
Hasil pemilu presiden dan wakil presiden putaran I tanggal 5 Juli 2004 yang diikuti oleh 3 calon pasangan presiden dan wakil presiden sebagai berikut :
1. Pasangan Wiranto – Solahudin Wahid 22,154% dengan jumlah suara 26.286.788
2. Psangan Megawati – Hasyim Musadi 26,605% dengan jumlah suara 17.392.931
3. Pasangan Amien Rais – Siswono Yudohusodo 14,658% dengan jumlah suara 17.392.931
4. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono –Yusuf Kalla 33,574% dengan jumlah suara 39.383.184
5. Pasangan Hamzah Haz – Agum Gumelar 3,009% dengan jumlah suara 3.569.861
Berdasarkan hasil perolehan suara tersebut, sesuai dengan pasal 66 ayat 2 UU No. 23/2003, maka kelima pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut belum memenuhi syarat yang ditentukan UU. Karena belum memenuhi syarat yang ditentukan UU, maka diadakan pemilihan presiden dan wakil presiden yang kedua kali yang mendapat suara mayoritas 1 dan 2.
Dengan data suara diatas yang berhak untuk maju pemilu putaran ke dua yaitu
1. Suara mayoritas 1 pasangan Susilo Bambang Yudhoyono – Muhammad Yusuf Kalla, dengan prosentase perolehan 33,574%
2. Suara mayoritas 2 pasangan Megawati Soekarno Putri – Hasyim Musadi, dengan prosentase perolehan 26,605%
Pemilu putaran kedua dilaksanakan pada tanggal 20 September 2004, yang dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono – Muh. Yusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2004 – 2009.


EXPLANATION

How do seasons happen?


Seasons come to us regulary. We have probably noticed that is gets warmer in summer or dry season while it get colder on the winter or wet season. However do we know how these seasons change?


Seasons happen and change every year. This happens because the earth tilts back and fort as it goes around the sun. During the summer, the earth tilts toward the sun . It makes half of the earth hotter. This condition is what we call summer. During the other half of the year, the earth tilts away from the sun. As a result, it makes that half of the earth cooler. This cool condition is then what we call winter.



The different parts of the world have the same season at different times. In the northern half of the world, winter happens during the months of December, January and February. The regions are such North America and Europe. In the other hand, the southern half of the world have a winter during the months of June, July and August. The regions are likes South America and Australia. How does this difference happen? The same season happens at different times because the top and bottom halves of the earth tilt away from the sun at different times.

newsreader

Disaster Lapindo


Ghyan    : Good afternoon ladies and gentleman, welcome to breaking news with me ghyan Arnanda. I would like to inform a news about Lapindo. Around three years ago, Lapindo had been in the Porong village, Sidoarjo, Jawa Timur. This is begin at 2007. But until now, many people are still in emergency tents. It is because of the government of Sidoarjo hasn’t changed the harm of victims. Now, our reporter, Gita is reporting from emergency tents in porong, Sidoarjo.

Gita       : Listener, at this time I am in emergency tents in Porong, Sidoarjo. Now, beside me, he is one of the victim of Lapindo. His name is Fajri. Good afternoon, Fajri.
Fajri       : Good afternoon
Gita       : How are you today? Are you felling better now?
Fajri       : Yes, I am felling better now
Gita       : Can I ask some questions?
Fajri       : Oh of course
Gita       : Ok. First, how long have you stay in emergency tent?
Fajri       : About two or three years
Gita       : Oh it’s long time. And what are you felling when stay in here? Do you happy or no?
Fajri       : hmm … I don’t feel happy. Because in the emergency tents, the situated is very crowded and unpleasant.
Gita       : how many do you harm after this disaster?
Fajri       : I can’t count it. Because it is very big. My house and other things are pass away in short time
Gita       : How about the reaction of the government about it?
Fajri       : They promise with us to change the harm. But, until now they haven’t proved their promise
Gita       : And, what is your wish for the next time?
Fajri       : I hope the government proved their promise and my life is better than now
Gita       : Ok, Fajri I think its enough. Thanks for your information. Bye
Fajri       : Bye
Gita       : Listener I have just interviewed one of the victim of Lapindo. Now, we come back to studio with my partner, Ghyan Arnanda. Gita Efrianti reporting from Porong, Sidoarjo.

Ghyan    : Thanks Gita for the news from Porong, Sidoarjo. Ok Listener, that is breaking news for this time. Thanks for your attention and see you next time.

Sabtu, 08 Juni 2013

tulisan mengenai berakhirnya karier seorang manajer club

BERAKHIRNYA KARIER SANG MANAJER 
Tak ada pesta yang tak usai. Mungkin itulah kata-kata yang tepat bagi Sir Alex Ferguson ketika harus mengakhiri kariernya sebagai pelatih sepakbola di Manchester United. Fergie telah berhasil membawa MU menjuarai Liga Premier untuk ke-13 kalinya selama bertahta di Old Trafford.

Sir Alex Ferguson secara resmi mengumumkan pensiunnya pada saat yang tepat, seperti dilansir BBC, Rabu (8/5/13) pagi waktu setempat.

"Pihak klub Manchester United mengkonfirmasi bahwa Sir Alex Ferguson akan pensiun pada akhir musim ini," demikian bunyi berita tersebut.

Sementara itu, seperti dikutip The Mirror, Fergie mengatakan, "Ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk pensiun. Dengan banyaknya aktivitas, maka saya harus melihat ke depan mengenai karier saya," ungkap manajer berusia 71 tahun itu.

"Saya berterima kasih kepada keluarga, semua yang telah mendukung karier saya selama ini. Terutama istri saya, Cathy yang menjadi kunci keberhasilan karier saya hingga saat ini," ujar Fergie.
Ferguson sudah 26,5 tahun memimpin MU. Dia telah memberikan semua gelar bagi United, mulai dari 13 gelar Liga Premier Inggris, dua gelar Liga Champions, lima Piala FA, empat Piala Liga, 10 gelar Community Shield, satu Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antar Klub. Sejauh ini, Fergie telah mempersembahkan 36 gelar juara bagi MU.
Selepas pensiun, Fergie akan menjadi direktur dan duta bagi klub "Setan Merah" pada musim depan. Tak lupa dia menyampaikan salamnya bagi para penggemar MU, "Kepada para fans, suatu kebanggaan bagi saya karena dapat menjadi manajer Manchester United," ucap Fergie. (Vin)

Cerpen karangan pribadi

“Ngga Sengaja”                             
                “Apa-apaan ,sih elo? Motornya jadi lecetkan!!!”
“Sorry han! Gue bener- bener ngga sengaja!”
                “Rehan sama sekali tidak menggubris pembelaannya Danar. Ia masih memandangi motor kesayangannya yang lecet.”Han,Sorry ya, gue……..”
                “Aah! Udah deh! Pulang sana!”potong rehan kesal, matanya sudah sembab dan merah. Danar tidak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari parkiran sekolah dan bergegas pulang. Ia buru-buru nyalain motor dan mengendarainya kegerbang,meninggalkan Rehan di parkiran yang masih marah dan memaki-maki Danar.
                “Keesokan harinya Rehan kesekolah dengan perasaan campur aduk seperti kemarin. Ia masih setengah mati kesalnya pada Danar,walaupun hari itu sadar bahwa Danar tidak masuk sekolah, ia sama sekali tidak peduli dengan hal itu.
                “Dua hari berlalu, Danar masih belum nongol-nongol disekolah. Hal ini membuat heran kelasnya,karena mereka biasa berdua.begitu juga dengan Imam,sobat dekatnya rehan bingung akan hal ini dan menanyakan langsung pada Rehan.
“ Danar kemana Han?” tanya Imam memancingnya.
“Nggak tau!!”jawab Rehan pendek.
“Lo kenapa, Sih?”
“Bawel banget luh Mam, diem bentar bisa ngga sih!!!”grutu Rehan sewot.
“yaah, ko gitu sih?”(Imam menarik nafas sebentar).”eh, tengok Danar yuk Han..”,
Rehan heran,”ngapain negok kalo ngga kenapa-napa?”
“loh? Luh ngga tau kalau dia kecelakaan waktu pulang dari rumah Alpin .! wah,wah,wah dia kan jatoh dijalan pulang.
“Ngga, kenapa luh tanya gue kalau ternyata,luh lebih tau keadaan orang itu sekarang?”sambar Rehan bergegas beranjak dari tempat duduknya,tetapi Imam menarik tanganya.
“kenapa sih han??”
“Ngga ada apa-apa,”tukas Rehan sembari buang muka.
“gue kan sobat luh sejak SD,ceritain dong…..,”rayu Imam. Akhirnya Rehan menceritakan insiden yang terjadi dua hari lalu.
“Apa??? Cuma gara-gara motorluh dilecetin?”tanya Imam tak percaya.
                “Luh ngga ngerasain perasaan gue gimana? Pokonya gue ngga bakal maafin dia!!!”Rehan langsung berlalu dihadapan Imam.
(Tiba-tiba ngga lama kemudian Rehan mendapat telepon dari seseorang yang mengaku_ngaku bahwa dia adalah malaikat pelindungnya dan dia menceritakan  bahwa Ia akan meninggal dalam sepuluh sampai tiga puluh jam lagi.)
                “Besoknya Rehan kesekolah dengan perasaan lebih-lebih dari campur aduk,karena bahwa dia akan meninggal ditambah motor kesayangannya yang lecet itu.
 Dia khawatir, tiba-tiba terlintas dipikirannya nama Danar.”Akhirnya Rehan cepat” mencari Imam dan akhirnya ditemukanlah Imam di kantin sedang makan.”Rehan akhirnya mnceritakan kepada Imam dia telah di telepon oleh seseorang yang mengaku bahwa dia adalah malaikat pelindungnya dan mendapat kabar bahwa Ia akan meninggal dalam waktu sepuluh hingga tiga puluh jam,
sehingga dia berinisiatif untuk minta maaf kepada Danar,karena dia ngga mau meninggal dalam keadaan banyak salah”akhirnya Rehan meminta maaf kepada Danar dan setelah dipikir-pikir bukan luh yang salah Nar,tetapi gue yang salah,luh ngga sengaja ngelecetin motor gue,” dan akhirnya mereka kembali berteman seperti semula.dan setelah sepuluh sampai tiga puluh jam berlalu.”tiba-tiba akhinya Rehan menemui Imam kembali dan dia bertanya kenapa ko gue belum meninggal juga ,padahal tiga puluh jam sudah lewat.?”    Akhirnya imam menjawab. itu gue yang nelepon luh dan ngaku jadi malaikat pelindung supaya luh baikan dan berteman sama Danar lagi..! hahaha


                

The sun shone brightly and the west breeze blew

The sun shone brightly and the west breeze blew
The sun shone brightly and the west breeze blew. The kite was flying this way and that way tied to her string.
Suddenly the string snapped.  The kite was free.  She soared high in the air until she could see far, far away.
The kite followed some parrots who took her to see the rainforests. The air was cool and the kite got wet.
The kite followed some crocodiles who took her to see the rivers. The air was misty and the kite caught a fish.
The kite followed some wallabies who took her to see the deserts. The air was hot and the kite got tired.
So the kite followed the sun who took her back home, right to her string.


narrative is the crying stone

Nama    : Ghyan Arnanda Kelas     : XII IS.3

crying stone

Once upon a time, lived a poor old widow in a small village. She lived with her daughter. Her daughter was very beautiful but also very lazy and arrogant. She never helped her mother and didn’t want to know what problem her mother had. Every day, she put make up and wears her best clothes. She always wanted to look rich and beautiful.

One day, the mother and her daughter went to the market to buy some food. At first, the daughter refused to accompany her mother, but finally she agreed. “I’ll go with you, but you must walk behind me,” said the daughter. She didn't want to walk side by side with her mother. Although her mother was very sad, she agreed to walk behind her daughter.

On the way to the market, everybody admired the girl's beauty. But they were also curious. Behind the beautiful girl, there was an old woman with a simple dress. The girl and her mother looked very different. “Hello, beautiful girl. Who is the old woman behind you? Is she your mother?" they asked. “No, she is not my mother. She is my servant,” the girl answered. Her mother was very sad to hear that, but she didn't say anything. She could understand that her daughter was ashamed.

The girl and the mother met other people. Again they asked who the woman behind the beautiful girl. And again the girl answered that her mother is her servant. She always said that her mother is her servant every time people asked.

At last, the mother cannot hold the pain anymore. She prayed to God to punish her daughter. Suddenly, the girl's leg turns into stone. Slowly, the process continues to the upper part of the girl's body. The girl was in panic. "Mother, please forgive me! Mother!" she cried and asked her mother to forgive her. But it's already too late. Her whole body finally becomes a big stone. Until now, people can still see tears falling down from the stone. People then call it Batu Menangis (it mean the Crying Stone).



secondhan d-fall for you

FALL FOR YOU
The best thing about tonight’s that we’re not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don’t think that I am trying
I know you’re wearing thin down to the core


But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find
This is not what I intended
I always swore to you I’d never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed
But I have loved you from the start
Oh
But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
It’s impossible
So breathe in so deep
Breathe me in
I’m yours to keep
And hold onto your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true

Rabu, 05 Juni 2013

COORDINATE CONJUNCTIONS AND PARARELL CONTRUCTIONS

 COORDINATE  CONJUNCTION
            These conjunctions join equal sentence parts. We have seen that compound subjects and predicates are joined together by these words. They are actually used to join any parallel elements of the sentence .
Example :
1.      Music and matemathics are related subject . (two subject)
2.      He is poor but honest. ( two adjective )
3.      Did you look in the dictionary or the encyclopedia? ( two subjects of a preposition)
4.      Did you look in the dictionary or the encyclopedia ( two prepositional subject )
5.      The victorious party sang and danced in the streets ( two predicates)

These conjunction are also used to join whole sentences together . there are seven coordinate conjunctions = and, or, not, but, for,so,yet.

Notice that they have distinct meaning=
* and shows augmentation.
   Example: - my brother moved to New York , and I moved to Japan.
                   - Dolphins are friendly animals, and they are also intelligient.
* But and yet shows contrast. Yet is sometimes considered a conjunctive adverb like      however ,rather than a coordinate conjunction.
 Example: - her cousin moved away, but she stayed in twon.
                 - Michelle is a vegetation, yet she eats chicken.
                 - Yugal earns a good salary, yet he never seems to have any money.

Or and Nor show contrast or alternation.
Example: - are you going to the party, or will you stay home?
                - I do not write Arabic, nor do I speak it well.

For and So show reason.
Example: - that student failed, for he was veryill this year.
                - the books were cheap, so I bought all of them.

Notice that after nor the subject pattern takes questions word order : the verb or auxiliary before the subject.
Example : I am not eager to there, nor is erik.
                 - I am not eager to there , nor will erik be.

When a coordinate conjunctions join two sentences , the conjunction is normally preceded by a comma.
Example: - pedro lives in mexico city, and maria in hollyword
                - pedro is single , but angel has a wife and two children.

Sentences joined by coordinate conjunctions may or may not be of the same basic pattern , as canbe seen by examining the preceding sentences.

PARARELL CONTRUCTIONS

           
Parallel construction means using the same pattern of words to show that two or more ideas have the same level of importance. This can happen at the word, phrase, or clause level. The usual way to join parallel construction is with the use of coordinating conjunctions such as "and" or "or."

Words and Phrases
With the -ing form (gerund) of words:
Parallel:
Mary likes hiking, swimming, and bicycling.

With infinitive phrases:
Parallel:
Mary likes to hike, to swim, and to ride a bicycle.
OR
Mary likes to hike, swim, and ride a bicycle.