Jumat, 27 Maret 2015

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN



PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN


Proses pengambilan keputusan oleh konsumen yaitu adalah Untuk meraih keberhasilan, pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mempengaruhi pembelian dan mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. Secara khusus, pemasar harus mengidentifikasi siapa yang membuat keputusan pembelian, jenis-jenis keputusan pembelian, dan langkah-langkah dalam proses pembelian”.

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:

1.      Pengenalan masalah (problem recognition)
2.      Pencarian informasi (information source)
3.      Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation)
4.      Keputusan pembelian (purchase decision)
5.      Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation)

·         Model Perilaku Pengambilan keputusan

1.            Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum

2.            Model Manusia Administrasi, Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan

3.            Model Manusia Mobicentrik, Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan

4.            Model Manusia Organisasi, Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan


5.            Model Pengusaha Baru, Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif

6.            Model Sosial, Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang sering tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.





                                                Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:

a.     Model Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan

b.      Model Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi

Tipe-tipe proses pengambilan keputusan

1.Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur : keputusan yang berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.
Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

2.  Keputusan setengah terprogram atau setengah terstruktur : keputusan yang sebagian dapat    diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan perhitungan serta analisis yang terperinci.
Contoh: Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

3. Keputusan tidak terprogram atau tidak terstruktur : keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.


Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah:
1.      Trial & error: Coba dan salah. Cara ini merupakan metode yang paling rendah tingkatannya, dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal dan belum tahu sama sekali.
2.      Intuisi: penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan hati.
3.      Nursing process: Proses keperawatan merupakan suatu langkah penyelesaian masalah yang sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara ilmiah
4.      Scientifik methode /Research Process : Proses riset/ penelitian merupakan suatu penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan logika, dengan pendekatan yang sistematis




                                                                    Pembelian:

Pengertian Pembelian adalah Suatu pristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan tujuan menukarkan barang atau jasa dengan menggunakan alat transaksi yang sah dan sama-sama memiliki kesepakatan dalam transaksinya

tipe perilaku konsumen

1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
Pilihan konsumen bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
Perilaku pembelian pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.




Sumber:
http://fifi0406.blogspot.com/2012/10/bab-3-proses-pengambilan-keputusan-oleh.html
http://anitafebianaa.blogspot.com/2012/10/model-proses-pengambilan-keputusan-tipe.html
http://kacibi.blogspot.com/2012/10/proses-pengambilan-keputusan-oleh.html



http://ghyan-ug-management.blogspot.com/2014/10/proses-pengambilan-keputusan-oleh.html

SEKS BEBAS RUSAK MORAL REMAJA GENERASI PENERUS BANGSA



SEKS BEBAS RUSAK MORAL REMAJA GENERASI PENERUS BANGSA
Oleh Rizky Ina Lestari
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Abstrak
Remaja merupakan generasi yang disiapkan sebagai pilar penerus bangsa agar jauh dari pergaulan seks bebas yang dapat merusak moralnya oleh karena itu bahwa remaja merupakan pilar sebagai penegak bangsa yang sangat rentan terhadap rayap-rayap yang dapat menggrogoti, salah satunya yaitu pergaulan bebas yang di dalamnya terselip budaya seks bebas telah menyerang para remaja-remaja disemua kalangan pelajar maupun mahasiswa/mahasiswi. Di Indonesia sendiri berdasarkan survei dari berbagai macam sumber yang ada membuktikan remaja sekarang ini dalam masa kritis moral. Indonesia yang budayanya menganut ajaran Timur mengharuskan setiap masyarakatnya memiliki agama, sesuai dengan hukum negara ini. Akan tetapi ajaran dalam agama tersebut nampaknya telah di langgar, norma yang ada dalam masyarakat pun telah di langgar dengan melakukan seks bebas. Berbagai faktor mempengaruhi remaja dalam melakukan seks bebas. Berbagai dampak negative akan di terima para remaja, penanggung beban utama dari seks bebas sebenarnnya dari pihak remaja putri. Pencegahan memang selalu di upayakan pemerintah seperti pendidikan seks, seminar dan bimbingan konseling saat di sekolah. Namun perhatian dan pengawasan orang tua juga salah satu faktor penting untuk mencegah. Karena sudah sangat memprihatinkannya moral remaja karena seks bebas saya bermaksud membuat karya tulis ilmiah ini agar remaja sadar betapa bahayanya seks bebas dan lebih mengerti tentang seks yang legal tanpa melanggar norma serta mengurangi jumlah kematian remaja karena aborsi.
Kata kunci ; seks, bebas, remaja.

1.     Pendahuluan
Seks adalah sebuah naluri alamiah yang ada dalam setiap diri makhluk hidup di bumi ini, termasuk  pada diri manusia. Seks sangat di perlukan oleh makhluk hidup untuk berkembang biak dan melanjutkan keturunan agar tidak punah. seks bukan menjadi hal yang asing atau tabu lagi bagi mereka para pecinta dunia. seks juga bukan lagi hal yang asing bagi mereka. Masa remaja adalah masa dimana seseorang yang sedang menjalani proses menuju dewasa, biasanya pada proses ini remaja berusaha mencari jati diri mereka. Dalam sebuah pencarian jati diri inilah mereka akan mendapatkan berbagai informasi dari berbagai sumber tentang kehidupan dan salah satunya adalah kehidupan seks.

Sebernarnya pada usia remaja mereka sudah mendapatkan pendidikan seks yang lebih mendetail pada organ reproduksi manusia. Hal ini di maksudkan agar para remaja lebih mengerti tentang anatomi diri mereka sendiri dan semua hal yang berhubungan tentang seks, baik manfaatnya, dampaknya dan lain-lain. Akan tetapi, nampaknya banyak remaja yang belum memahami betul tentang seks tersebut atau mungkin saja mendapatkan informasi tentng seks dari informan yang salah sehingga tak sedikit dari para remaja terjerumus pada pergaulan yang salah yaitu seks bebas.
Nampaknya indonesia harus benar-benar prihatin terhadap moral para penerus bangsa ini. Berbagai berita tentang pergaulan bebas dan seks bebas di kalangan remaja semakin sering bermunculan di media massa. Hal ini didapat dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008. Dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar diperoleh hasil, 97 persen remaja pernah menonton film porno serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.

2.     Pengertian seks bebas

Pengertian seks bebas menurut Sarwono (2003) menyatakan, bahwa seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya seperti sentuhan, berciuman (kissing) berciuman belum sampai menempelkan alat kelamin yang biasanya dilakukan dengan memegang payudara atau melalui oral seks pada alat kelamin tetapi belum bersenggama (necking, dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan saling menggesek-gesekan alat kelamin dengan pasangan namun belum bersenggama (petting, dan yang sudah bersenggama (intercourse), yang dilakukan diluar hubungan pernikahan.
Dari beberapa pernyataan dapat di simpulkan bahwa seks bebas adalah tingkah laku yang di dorong oleh hasrat seksual yang berasal dari kematangan organ reproduksi yang di lakukan di luar norma-norma yang berlaku.
Beberapa bukti tentang seberapa parah remaja dalam pergaulan seks bebas.
Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1.    93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2.    62,7% remaja SMP sudah tidak perawan
3.    21,2% remaja SMA pernah aborsi

Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1.     32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks
2.     21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi
3.     97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.

Berdasarkan data-data yang tertera di atas dapat di lihat bahwa memang seks di kalangan para remaja bukan lagi menjadi hal asing atau hal yang tabu bagi mereka. Status sebagai pelajar seperti tidak berarti lagi bagi mereka, tren-tren pergaulan yang ada lebih mempengaruhi dari pada norma-norma yang sudah mengikuti mereka sejak mereka lahir.
3.     Faktor Penyebab Seks Bebas
faktor-faktor yang menyebabkan dan memicu remaja untuk melakukan seks bebas.  Menurut SKRRI (Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia), ada 3 faktor yang paling mempengaruhi remaja untuk melakukan hubungan seksual antara lain:
  • Pengaruh teman sebaya atau punya pacar. 
  • Punya teman yang setuju dengan hubungan seks pra nikah. 
  • Punya teman yang mendorong untuk melakukan seks pra nikah.
Selain ketiga faktor di atas ada beberapa faktor yang menyebabkan dapat terjadinya seks bebas di lingkup pergaulan para remaja antara lain pengaruh dari dalam yaitu pengaruh yang timbul dari dalam remaja itu sendiri, maksudnya pengaruh yang timbul dari jiwa remaja tersebut yang berusaha untuk mencari-cari jati diri mereka sesungguhnya. Dalam massa pencarian jati diri ini remaja akan di penuhi oleh rasa penasaran dan akan mencoba banyak hal-hal baru yang belum pernah mereka alami sebelumnya serta melakukan berbagai "eksperimen" kehidupan yang menarik bagi mereka, begitu juga dengan seks.

Selain itu pengaruh dari dalam diri sendiri faktor luar juga mempengaruhi. Beberapa contoh dari luar tersebut yaitu
(1)Keluarga adalah lingkungan pertama yang akan di kenal anak dan memiliki peranan yang sangat penting bagi pembentukan kualitas diri remaja tersebut. Jika remaja tersebut dalam sebuah keluarga kurang mendapatkan perhatian maka ia akan bertindak sesuka hati karena merasa tidak mendapat larangan dari orang yang sangat dia hormati yaitu orang tua.
(2)Teman merupakan seseorang yang dekat dengan remaja, kepribadian teman juga dapat mempengaruhi kepribadian remaja tersebut. Terkadang remaja lebih mempercayai ucapan teman mereka karena menurut mereka temanlah yang paling mengerti perasaan mereka dan dapat memahami kesulitan yang mereka hadapi.
3)Sekolah merupakan lingkungan yang dapat membimbing remaja dalam menentukan pilihan. Akan tetapi tidak semua siswa yang bersekolah mampu menerima pengarahan dari guru yang mengajar maupun peraturan yang berlaku.
(4)Media massa
merupakan salah satu faktor penyebaran pornografi di kalangan remaja yang mampu memicu rasa penasaran remaja tersebut sehingga mereka mencoba melakukan seks bebas.
.(5)Internet yang merupakan dunia tanpa batas juga memiliki kehidupan pornografi yang tanpa batas pula. Dari mulai anak-anak sampai orang dewasa jika mereka menginginkannya mereka dapat dengan mudah mengakses link-link yang berbau pornografi.

4. Dampak dari Seks Bebas
Semua kejadian yang ada di dunia ini pasti memiliki dampak, baik dampak positif maupun negative. Pada kegiatan seks bebas sudah pasti hal ini mengandung dampak negative. Berbagai dampak akan timbul dari aksi seks bebas, antara lain:
(1)Hamil di luar nikah.Penerima dampak terbesar dari seks bebas sesungguhnya adalah wanita..
(2)Sekali lagi wanita menjadi korban utama dalam praktik seks bebas. Ketika para remaja putri takut akan hukuman yang akan dia terima kelak karena hamil di luar nikah, mereka memutuskuan untuk melakukan aborsi. Resiko kematian akibat aborsi sangat besar apalagi jika di lakukan oleh orang yang tidak  professional dan tidak memiliki ijin resmi dari pemerintah maupun dinas kesehatan. Mereka kadang menggunakan cara-cara yang belum terjamin seperti meminum jamu atau pijat tradisional. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,5 juta jiwa dari 5 juta kelahiran pertahun. Bahkan, 1-1,5 juta diantaranya adalah kalangan remaja. Data yang dihimpun Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan dalam kurun waktu tiga tahun (2008-2010) kasus aborsi terus meningkat. Tahun 2008 ditemukan 2 juta jiwa anak korban Aborsi, tahun berikutnya (2009) naik 300.000 menjadi 2,3 juta janin yang dibuang paksa. Sementara itu, pada tahun 2010 naik dari 200.000 menjadi 2,5 juta jiwa. 62,6 persen pelaku diantaranya adalah anak berusia dibawah 18 tahun. Metode aborsi 37 persen dilakukan melalui kuret, 25 persen melalui oral dan pijatan, 13 persen melalui cara suntik, 8 persen memasukkan benda asing ke dalam rahim dan selebihnya melalui jamu dan akupunktur.
(3)Para pecinta seks bebas akan beresiko besar mengidam IMS(infeksi menular seksual) terutama bagi mereka yang tidak menggunakan pengaman. Penyakit seperti sifilis, raja singa, AIDS akan dengan mudahnya berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seks.

5.     Solusi Pencegahan dan Pencegahan

Trend seks bebas di kalangan remaja nampaknya sudah sangat mengkhawatirkan, berdasarkan pembahasan pembahasan sebelumnya terbukti kualitas kesadaran remaja terhadap norma yang melarang melakukan seks bebas telah banyak di langgar. Remaja yang selalu di agungkan namanya sebagai generasi penerus bangsa bagaimana bisa meneruskan bangsa tanpa etika dan tanpa memahami ataupun mematuhi norma yang berlaku. Perlu adanya pencegahan dan solusi secepatnya dalam menangani masalah ini. Salah satu pencegahan yang dapat di lakukan adalah mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mendalami ilmu agama masing-masing. Berdasarkan ajaran agama yang berlaku di Indonesia seks bebas haram hukumnya di semua agama. Selain itu bimbingan dan pengawasan orang tua juga guru sangat di perlukan, karena orang tua dan guru adalah navigator yang akan menunjukkan remaja pada tindakan yang seharusnya di lakukan dan yang seharusnya di hindari. Menerapkan  Pendidikan sex (Sex Education) bagi anak-anak dan remaja. pendidikan seks ini secara garis besar menjelaskan kepada anak-anak maupun remaja tentang anatomi dan fisiologi seks manusia juga berbagai dampak yang akan terjadi akibat dari seks itu sendiri. Selain itu pendidikan seks akan mengarahkan dan membimbing seseorang agar mengerti definisi, manfaat, fungsi, dan dampak dari seks.

6.     Kesimpulan

  Berdasarka hal-hal yang sudah di jelaskan dapat di simpulkan bahwa seks bebas adalah tingkahlaku yang di lakukan karena dorongan seksual dari dalam diri sendiri dan hal tersebut di lakukan di luar hubungan pernikahan sehingga melanggar norma yang berlaku di negara ini.. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas, faktor dari dalam diri dimana remaja berusaha mencari jati dirinya, juga faktor luar seperti lingkungan hidup yang kurang mendukung sehingga remaja menjadi terjerumus ke dalam seks bebas serta  perkembangan teknologi yang memberi kebebasan kepada para remaja untuk dengan mudah menemukan hal-hal yang berbau pornografi yang dapat memicu remaja melakukan seks bebas.
7.      Daftar Pustaka

Andika. (2012, Mei 30). mybhebe.blogspot.com. Retrieved November 9, 2013, from makalas seks bebas: mybhebe.blogspot.com/2012/05/contoh-makalah-seks-bebas.html
www.psichologymania.com. (2012, Juni). Retrieved November 9, 2013, from pengertian seks bebas: www.psichologymania.com/2012/06/pengertian-seks-bebas.html



Kamis, 19 Maret 2015

NIAT YANG MENGUBAH SEGALANYA



NIAT YANG MENGUBAH SEGALANYA


            Memiliki badan gemuk itu menurut saya akan berdampak terhadap kurang percaya dirinya saya pribadi/ seseorang untuk keluar rumah, berpakaian, dan segalanya. Karena orang yang memiliki kelebihan berat badan pada dasarnya karena bahwa dirinya tidak menyadari akan kegemukannya dia terhadap kondisi tubuhnya, sehingga yang ada didalam pikiran  hanya inginya makan dan makan saja tetapi tanpa memikirkan dampak terlalu banyaknya makan sehingga kondisi badanya  menjadi gemuk. Seperti saya ini Ketika sudah gemuk atau kelebihan berat badan saya baru menyadari akan sulitnya mencari ukuran baju, celana dan bahkan pacar pun sulit untuk saya dapatkan, karena tidak percaya diri dengan keadaan saya yang gemuk ini. Mulai dari keadaan seperti ini saya memikirkan bagaimana caranya saya harus menurunkan berat badan saya yang sudah terlalu besar banget ini walupun saya sendiri tidak menyadarinya bahwa berat badan saya sudah melebihi batas normal. Perlahan demi perlahan  dengan niat dan usaha sudah saya lakukan cara untuk menurunkan berat badan saya dari saya masih duduk dibangku SMA dengan mengkonsumsi berbagai jenis herbal,obat-obatan pun sudah saya lakukan akan tetapi semuanya berjalan sia –sia karena tidak adanya perubahan, dan bahkan menurut saya dengan mengkonsumsi obat-obatan atau herbal malah makin membuat saya nafsu makan, karena terbukti setelah saya menimbang berat badan saya makin naik bukanya menurun.

Mulai tanggal 10 januari 2014 berawal dari iseng iseng mencari tips diet OCD yang pada saat itu lagi rame-ramenya dan bahkan banyak yang mencoba dikalangan artis,untuk itu saya juga berniat untuk ngelakuin tips diet tersebut. Perlahan demi perlahan saya baca tips diet tersebut  dari tata cara waktu jam makanya yang hanya boleh makan dijam pagi dan sore saja selebihnya tidak boleh makan dan nyemil, asupan-asupannya hingga semuanya saya baca. Kemudian keesokan harinya saya berniat untuk mencobanya karena ada ketertarikan ngelakuin Diet Ocd tersebut karena sudah bener bener tidak percaya diri dengan kondisi badan yang besar ini.

Hari pertama Diet Ocd  yang saya lakuin adalah saya benar benar berniat dengan penuh percaya diri bahwa saya yakin bisa menurunkan berat badan seperti orang lain walaupun banyaknya goodaan dari luar. Di hari ini saya hanya makan di jam dua belas siang saja dengan normal selebihnya tidak pernah ada nyemil, minum manis, es dan makan malem , yang saya lakuin hanya minum air putih hangat dan the tawar hangat dan Alhamdulillah berhasil dihari ini, kemudian saya lakuin rutinitas ini dihari - hari berikutnya akan tetapi tiap pagi,sore dan malam saya selalu berolahraga yaitu lari, tredmill, dan badminton hingga tepat di hari ketujuh saya pun terjatuh sakit dan lemas sekali dengan kondisi seperti orang tak berdaya untuk bangun, karena lemasnya . wajarlah menurut saya kondisi ngedrop seperti ini, selama seminggu saya hanya makan tujuh kali dan tidak pernah minum manis,es dan nyemil, pasti tubuh kaget dengan kondisi seperti ini yang biasanya selalu mendapatkan asupan makanan sehari minimal tiga kali dan minum manis, es dan nyemil, dengan kondisi ngedrop seperti ini orang tua saya menyuruh saya untuk memberentikan Diet ini, akan tetapi saya tetap berpegang teguh sama niat saya untuk tetap ngelakuin diet ini demi mendapatkan hasil yang di inginkan.

Dan benar saja disaat kondisi saya ngedrop tersebut bukan malah saya mengurungkan niat saya untuk berhenti ngelakuin hal ini dihari berikutnya, akan tetapi saya malah menggenjot terus Diet ini, hingga akhirnya kondisi ngedrop saya ini hilang dengan sendirinya karena saya beranggapan bahwa tubuh saya sudah mulai terbiasa dengan keadaan saya yang seperti ini. Kemudia saya tetap melalukan ini selama sebulan dan perlahan demi perlahan ternyata berat badan saya menurun hingga 6 kilo, walaupun dengan turun tersebut belum terlihat menyusutnya karena besarnya badan saya, disaat itu didalam hati saya bangga dan senang sekali karena bisa  menurunkan berat badan saya. Bahkan saya makin semangat lagi untuk berolahraganya demi mencapai hasil maksimal,dan Diet ini saya lakuin selama 7 bulan dan bener saja saya gak menduga bahwa saya bisa menurunkan berat badan saya hingga 41kg, disaat itupula teman teman  lama saya yang jarang bertemu kaget melihat perubahan saya yang seperti sekarang ini.
Dan tidak menyangka bahwa saya bisa kurus seperti ini. Dan sampe saat ini juga saya tetap mempertahankan kondisi tubuh saya ini agar tidak membesar / gemuk lagi.

Untuk itu kepada semuanya yang ingin menurunkan berat badan sebenarnya itu hal yang mudah, hanya niat dan kemauan yang bisa mengubah tubuh kita menjadi seperti yang kita inginkan