PROSES PENGAMBILAN
KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Proses pengambilan keputusan oleh
konsumen yaitu adalah Untuk meraih keberhasilan, pemasar harus melihat
lebih jauh bermacam-macam faktor yang mempengaruhi pembelian dan mengembangkan
pemahaman mengenai bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. Secara
khusus, pemasar harus mengidentifikasi siapa yang membuat keputusan pembelian,
jenis-jenis keputusan pembelian, dan langkah-langkah dalam proses pembelian”.
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen
akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1.
Pengenalan masalah (problem recognition)
2.
Pencarian informasi (information source)
3.
Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation)
4.
Keputusan pembelian (purchase decision)
5.
Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase
evaluation)
· Model
Perilaku Pengambilan keputusan
1.
Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli
ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan
keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan
maksimum
2.
Model Manusia Administrasi, Dikemukan oleh
Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi
tetapi cukup keuntungan yang memuaskan
3.
Model Manusia Mobicentrik, Dikemukakan oleh
Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu
bergerak bebas mengambil keputusan
4.
Model Manusia Organisasi, Dikemukakan oleh W.F.
Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam
pengambilan keputusan
5.
Model Pengusaha Baru, Dikemukakan oleh Wright
Mills menekankan pada sifat kompetitif
6.
Model Sosial, Dikemukakan oleh Freud Veblen
dimana menurutnya orang sering tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi
perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.
Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan
bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
a. Model
Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana
kelompok seharusnya mengambil keputusan
b. Model
Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan
tertentu
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal
sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi
Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
1.Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur : keputusan
yang berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur
terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.
Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan
piutang,dll.
2. Keputusan setengah
terprogram atau setengah terstruktur : keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin
dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan
membutuhkan perhitungan perhitungan serta analisis yang terperinci.
Contoh: Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih,
keputusan alokasi dana promosi.
3. Keputusan tidak terprogram atau tidak terstruktur :
keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan
ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan
tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan
biasanya berasal dari lingkungan luar.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pemecahan masalah:
1.
Trial & error: Coba dan salah. Cara ini merupakan
metode yang paling rendah tingkatannya, dilakukan oleh orang yang belum pernah
mengalami/ mengenal dan belum tahu sama sekali.
2. Intuisi:
penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan hati.
3. Nursing
process: Proses keperawatan merupakan suatu langkah penyelesaian masalah yang
sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara ilmiah
4. Scientifik
methode /Research Process : Proses riset/ penelitian merupakan suatu
penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan logika,
dengan pendekatan yang sistematis
Pembelian:
Pengertian Pembelian adalah Suatu
pristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan tujuan
menukarkan barang atau jasa dengan menggunakan alat transaksi yang sah dan
sama-sama memiliki kesepakatan dalam transaksinya
tipe perilaku konsumen
1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
Pilihan konsumen bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana
yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu
melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.
2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat
oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.
3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan
produk)
Perilaku pembelian pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau
di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut.
Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan
konsumen dalam melakukan proses pembelian.
4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai
produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.
Sumber:
http://fifi0406.blogspot.com/2012/10/bab-3-proses-pengambilan-keputusan-oleh.html
http://anitafebianaa.blogspot.com/2012/10/model-proses-pengambilan-keputusan-tipe.html
http://kacibi.blogspot.com/2012/10/proses-pengambilan-keputusan-oleh.html